Pada zaman Orde baru, agama Tao terbelenggu oleh Pemerintah. Tidak boleh ada yang berbau Tao, termasuk juga tradisi-tradisi agama Tao, seperti Tahun Baru Imlek, dan Upacara2 riual keagamaan, dan lain sebagainya. Akibatnya generasi yang lahir pada zaman Orde baru itu (termasuk saya juga) menjadi kehilangan identitas dan tidak tahu lagi apa agama Tao itu sebenarnya, dan masyarakat yang menganut agama Tao pada saat itu "diminta" untuk pindah ke agama lain, dan hanya tinggal tersisa sedikit orang yang masih setia menganut agama Tao, meski tidak secara terbuka. Yang lainnya, masih menganut agama Tao, tetapi karena mereka takut dan dibatas-batasi oleh pemerintah, kemudian hanya tahu sembahyang saja, tetapi tidak tahu lagi ritual-ritual Tao lainnya. Bahkan banyak yang menjurus ke pemahaman misin/tahayul.

Hal itu diperparah dengan adanya hal-hal yang menjelekkan agama Tao itu sendiri, dari kelompok tertentu, seperti misalnya agama Tao itu penyembah berhala dan tidak percaya kepada Tuhan . Saya yakin tujuan mereka tak lain adalah mengeruk “materi” dari orang Tionghoa, yang mayoritas beragama Tao (sekalian saja saya bocorkan, tujuan dari “pencarian umat tersebut sekaligus untuk menambah pundi2 mereka agar bisa membangun sarana peribadatan mereka, termasuk membeli mobil pribadi). Selain itu juga, agama Tao adalah agama yang kuno, karena masih bersembahyang di Kelenteng yang gelap, jadi mereka ikut ke agama yang lebih modern, misalnya saja bisa beribadah di mall atau di bioskop. Hal inilah yang menjadikan anak muda lebih tertarik kepada hal keduniawian seperti itu.

Akibatnya, ketika saat sekarang generasi-generasi muda (khususnya orang Tionghoa beragama Tao) yang identitasnya sudah dihilangkan menjadi tidak mengerti, dan orang tua yang hidup dan membawa agama Tao ke Indonesia sudah pada meninggal dan tidak mewariskan kepada anaknya, menjadi tidak tahu juga tentang agama Tao. Jadi tidaklah heran, kalau ada anak kecil sekarang bertanya kepada orang tuanya "Pa, koq kita sembahyang sih? Memangnya agama kita itu agama apa?". Papanya yang kebingungan dan tidak tahu musti jawab apa, yah tinggal bilang, "Nak, ini agama leluhur. Sejak dulu, kakek dan buyut kamu sudah bersembahyang seperti ini". Inilah asal muasal kata agama leluhur. Zzzzz…..

Gara2 masalah diataslah agama Tao jadi terpuruk sedemikian hingga saat ini. Saat ini
banyak yang sudah tidak lagi mengenal ajaran Tao, dan lebih berfokus pada ajaran "gado-gado”, atau ajaran agama lain. Ini adalah salah satu masalah yang harus dihadapi, yaitu bagaimana menarik kembali umat yang sudah keluar atau pemahamannya sudah melenceng jauh. Sekarang ini yang saya tunggu2 adalah bagaimana membuat agama Tao menjadi sebuah agama resmi di Indonesia. Hal ini sudah banyak dinegara2 luar, spt singapura, china, bahkan AS pun ada. Saya rasa dengan demikianlah baru dapat meluruskan kembali ajaran mengenai agama Tao. Tapi kalau seandainya langkah itu yang diambil, maka akan ada "yang dikorbankan" dalam hal ini adalah mereka2 yang tidak mengenal TAO, tetapi melaksanakan praktik dalam agama TAO...

Saya sedikit mengutip pernyataan bro Chang di forum STC terkait masalah diatas, yaitu dibutuhkannya juga berbagai macam sumber daya untuk menjadikan agama Tao sebagai agama yang mandiri. Berikut kutipannya:

“Banyak sumber daya yang diperlukan untuk lebih memperkenalkan Tao ini ke seluruh lapisan masyarakat. Diantaranya adalah uang, waktu dan sumber daya manusia.
Uang:
Tidak semua umat Tao adalah konglomerat yang memiliki dana T T T.
Ada juga umat Tao yang hidup pas-pas-an.
Waktu:
Dalam agama Tao (khususnya DSM), tidak ada yang hidup membiara/mengkhususkan diri dalam menyebarkan agama Tao. Semua tao yu/umat haruslah mandiri, bekerja & menghasilkan uang untuk keperluannya masing-masing.
SDM:
Diperlukan banyak keahlian untuk mengembangkan Tao, tidaklah cukup hanya mampu menjabarkan ajaran Tao”

Memang saya rasa agak sulit juga mewujudkan agama TAO menjadi resmi sebuah agama. Butuh kerja keras dan kemantapan hati untuk itu. Tapi selama saya masih ada, saya akan terus mendukung usaha ini, supaya kelak di Indonesia pun sudah sama kayak negara2 lain yang agama TAO nya sudah "merdeka"!

Artikel Yang Berhubungan:



2 comments

  1. Zhang // Mei 25, 2009 9:26 PM  

    Mulai menulis tentang TAO nih.... Jiayu Bro.... Ditunggu tulisan2 berikutnya....

  2. Anonim // Juni 21, 2009 6:30 PM  

    Saya mau tanya nih, saya punya kepercayaan sendiri yaitu Agama Kesatuan Republik Indonesia. Saya buat itu karena alasan saya ingin Indonesia punya sendiri agama dan budaya. Jadi, isi agama ini hanya menceritakan sejarah Adam dan Evewa sampai menceritakan Muncullah Indonesia. Agama saya ini tidak membawa-bawa Nabi-nabi dari Timur Tengah, tapi saya hanya menceritakan khusus ttg sejarah Indonesia dan agama-agama sebelumnya yang dibuat oleh nenek moyang Indonesia seperti Kejawen dan sebagainya. Cuma, saya masih mau laporan kepada pemerintah untuk mengesahkan agama ini khusus orang Indonesia. Agama ini tidak ajarkan yang tidak-tidak lho. Anda bisa datang atau hubungi saya lewat 081387886052 dan alamat saya Jl. Mekah No. 16/36, Bogor 16121, E-mail : rizalimandaengsannang@yahoo.com. Trm ksh.