10 Juni 2009

USAHA WARNET KIAN MENJAMUR

Beberapa bulan terkahir ini bisnis warnet kian menjamur. Hal ini menurut pandangan saya akibat menjamurnya situs pertemanan dunia maya, tak lain bernama facebook. Padahal waktu awal sebelum adanya facebook, atau facebook masih belum nge-tren, banyak warnet yang nyaris tutup! Karena kepopuleran Mr. Barrack Obama lah, saat berorasi politik kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat yang mengangkat facebook, besutan Mark Elliot Zuckerberg menjadi terkenal dan kian menjamur dimana-mana. Konon, jumlah pengikut situs ini sudah melewati 150 juta orang! Benar-benar bukanlah sebuah angka yang sedikit jumlahnya.

Sekarang, bagi anak muda, tidak memiliki akun facebook = kuper dan ketinggalan zaman. Tapi, saya melihat, banyak juga orang tua sampai kakek nenek tertarik menggunakan situs ini sebagai ajang pertemanan, bahkan tak jarang untuk menarik massa dan mencari laba keuntungan semata. Ada juga yang menggunakan situs ini untuk membuat grup-grup tertentu, termasuk dalam menyebarkan agama mereka masing-masing.

Akibat dari “perubahan tren” dunia ini, kian banyaklah orang yang mulai mengeruk keuntungan, khususnya dibisnis provider jaringan sampai bisnis net. Contohnya saja di daerah saja, semula jumlah warnet yang terdaftar sebelum tahun 2008 sekitar <>100 net! Di sekitar lingkungan saya, bahkan sudah ada sampai 5 net! Bukannya takut bersaing, tapi sedikit banyak tentu juga akan menurunkan omzet yang didapat. Misalnya dulu 100 dibagi 3, sekarang 100 malah dibagi 5.
Maka untuk menarik/memenangkan hati pelanggan, layanan nomor 1 lah yang harus dikedepankan. Termasuk membenahi interior warnet dan kualitas jaringan yang dimiliki. Tentu anda tidak mau bukan jika tamu yang dating selalu meneriakkan kata “wew, jaringan net nya LELET abis!” Pasti juga besok-besok jangan anda harap mereka mau datang lagi.

Begitu pun dengan pihak provider, jangan tergiur laba yang banyak (akibat lonjakan pemasang baru), terus malah menambah nomor/saluran pemasangan baru. Misalnya kuota nomor/saluran disuatu daerah dijatahkan 250 nomor. Tapi Karena banyaknya permintaan sambungan pemasangan baru, mereka (pihak provider) malah terus menerima tawaran tersebut. Jadinya jika kuota jaringan, misalnya 1GB mampu menampung 250 nomor/saluran, bahkan ada spasi lebih dari cukup untuk menjaga pada saat jaringan down, kini telah ada 500 nomor/saluran yang terpasang. Bisa anda banyangkan, jadi kuantitas bandwith jaringan yang tersisa bisa dibilang tinggal 50%. Itu belum termasuk sambungan liar yang dipasang oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadilah hampir setiap hari jaringan lelet terus dikeluhkan. Putus nyambung koneksi merupakan hal yang biasa. Termasuk alas an klasik dari CS nya provider masing2, “maaf, ada gangguan satelit, tiang telepon/kabel tumbang akibat angin, dsb”.

Disini saya tidak memiliki solusi yang bisa diterapkan pada kasus yang sedang terjadi sekarang ini. Paling hanya menunggu saja sampai “demam facebook” yang melanda hampir semua negara ini mereda. Dengan demikian pasti akan banyak lagi net yang tutup, dan pengguna personal/pemakai dirumah pasti akan segera memutus sambungan internetnya karena sudah bosan dengan “FB”.

3 komentar:

Zhang mengatakan...

Kapan ya bisa ada koneksi internet cepat dan stabil, tetapi yang murah...... :(

sanman mengatakan...

(hanya bisa berharap) T_T

Lia Aulia Susanti mengatakan...

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai bisnis. Artikel ini sangat menambah wawasan mengenai bisnis. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai ekonomi bisnis yang dapat dilihat di Journal Ekonomi Bisnis