07 Januari 2010

PSSI Harus Berbenah

Pertandingan antara Indonesia vs Oman menyisakan sebuah cerita unik. Pada pertandingan itu, Indonesia memastikan gagal ke Piala Asia 2011 setelah dibungkam Oman 1-2 didepan publik sendiri. Padahal, Indonesia sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum babak I. Tapi, dasar timnas payah, dibabak II, bukannya memperbaiki cara bertanding, malah lebih amburdul. Malah Oman mencetak 1 gol tambahan yang memastikan kemenangan mereka.

Timnas Indonesia bermain terkesan ala kadarnya, layaknya mengikuti latihan saja. Tidak terlihat skill-skill individu pemain, maupun kerja sama tim dalam menutup ruang pergerakan timnas Oman, yang begitu leluasa memainkan bola. Para pemain terlalu banyak kehilangan bola. Gaya bermain seperti ini, bukan baru kali ini terlihat. Tapi, sepanjang tahun ini, seperti inilah gaya bermain timnas kita.

Alasan klasik sang pelatih, Bung Bendol, kelelahan. Padahal, pertandingan terakhir LSI tanggal 26 desember lalu. Ini Tanggal 06 Januari. Jadi, hampir 2 minggu persiapan, dirasa cukup. Pemain-pemain Luar Negeri saja, hanya berkumpul sehari dua hari, sudah bisa bermain apik dalam tim. Ini, selalu stamina jadi kendala. Menurut saya, kalo tidak mampu jadi atlit pemain bola, yah cari pekerjaan lain saja. Jangan bikin susah timnas.

Suporter dan segenap pendukung timnas Merah Putih, sudah muak dan bosan dengan alasan klasik pelatih timnas, dan seluruh anggota kepengurusan PSSI, termasuk bos besar Nurdin halid dalam memimpin organisasi. Tapi, PSSI seolah tuli dengan teriakan pendukung timnas.

Mungkin kali ini PSSI baru akan membuka mata, setelah melihat seorang supporter, masuk lapangan, dan berusaha mencetak gol ke gawang Oman. Oknum supporter itu, setelah diinterogasi, dan diwawancari mengapa berani melakukan aksi nekad itu, cuma kecewa saja, mengapa timnas tidak bisa mencetak gol balasan. Mungkin, dalam pikirannya, “Begini cara mencetak gol”. Saya pribadi mengacungi Jempol buat Hendri. Perbuatannya memang nekad. Tapi, mungkin dengan beginilah mata PSSI akan terbuka.

Hendri Mulyadi, benar-benar tidak berniat membuat malu PSSI dimata dunia. Ini murni bentuk luapan emosi kekecewaan saja. Tapi, saya yakin, tidak hanya Hendri seorang yang kecewa, tapi segenap bangsa Indonesia, sudah sangat kecewa dengan timnas Indonesia yang prestasinya jalan ditempat, bahkan mundur. Apabila dibanding dengan Negara-negara lain, kita sudah sangat ketinggalan dan sudah tinggal dipandang ¼ mata.

Contoh saja Negara Malaysia, mereka berani mempensiunkan dini seluruh anggota timnas seniornya pada tahun 2007 lalu. Langkah pembinaan junior segera dilakukan. dan hasilnya, mereka menjuarai SEA GAMES 2009 di Laos! Indonesia perlu mencontoh Negara tetangganya itu. Anggota timnas yang sekarang, saya melihat, dari segi umur sudah tidak ekonomis lagi. Juga, skill dan mental (temperamental) sudah mentok. Gitu-gitu aja. Bobrok.

Jadi, sebaiknya, bubarkan dan tidak usah pakai saja mereka. Ganti dengan timnas U-19 lalu. Mereka sinar harapan baru bagi Indonesia. Berlatih 4 tahun di Uruguay, saya rasa baik skill dan mental tentu akan meningkat. Apalagi, kekompakan dengan sesama pemain dan pelatih selama 4 tahun, akan sangat membantu dalam tim nanti kedepan dalam komunikasi serta sudah saling mengenal karakter satu sama lain.

Itu saja ulasan dari aku. Semoga seluruh jajaran PSSI dan staff kepelatihan berbenah diri, serta merombak total semua yang telah ada sekarang. Mulai dari nol lagi. Kalau tidak, kemampuan timnas kita akan setara dengan kemampuan timnas Timor Leste atau Kamboja 2 tahun mendatang! Ingat, segenap supporter pendukung timnas Indonesia punya mata untuk melihat! Jangan bodohi mereka.

12 komentar:

tovazone mengatakan...

apanya yang salah di timnas, penduduk indonesia yang sebegitu banyaknya nyari 11 orang aja ga' bisa.

sanman mengatakan...

Ya. Benar. Penduduk kita memang banyak. Tapi, dari segi pendidikan, kesehatan, kita diposisi berapa dunia?

Itu juga berperan dalam proses olahraga. Coba tengok, negara2 dengan kualitas sepak bola baik, rata2 memiliki kualitas hidup yang baik pula.

Jadi, pembenahannya, sebenarnya dilakukan dari tingkat paling bawah, yakni pemerataan pembangunan dan mensejahterahkan masyarakat.

Memang, mungkin butuh waktu lama dan untuk membangun suatu tim elite. Namun, itu bisa menjanjikan. Nantinya, kita akan mempunyai ribuan pesepakbola sekelas leonel messi dengan mudah.

hendrie k_bejo mengatakan...

dukung PSSI trs sampai bubarkan saja lah cape deh !

sanman mengatakan...

santai bro...
Organisasi PSSI egk perlu bubar, cukup orang2 didalam yang dibubarkan.

Xie Shen En mengatakan...

Tahunya BP doang... Itupun karena iklan TV....

sanman mengatakan...

wew...
bro jarang nonton bola yah?
BP, kalo menurut saya, skillnya pas-pasan juga.

RADJA BONTANG mengatakan...

sepertinnya negara kita gak cocok kalinya olahraga sepak bola habis kalah terus ,coba pemerintah fokus aja pada olahraga yang menonjol seperti bulu tangkis,gulat,angkat besi yang nyata menang dan kalau perlu olah raga ini dibina terus sehinga indonesia terkenal dengan olah raga kusus.sepeti cina kalau senam,renang,mereka juaranya dan mereka sadar dengan postur mereka.kalau pemerintah serius pasti lah bisa kali ya jadi ada kebanggaan indonesia dalam olahraga ..nyambung gak sih sob ha..ha..ha..

sanman mengatakan...

Ya. Indonesia, saya lihat juga cocok di cabang bulu tangkis, angkat besi, dll.

Untuk sepak bola, saya sebagai suporter, tidak perlu mimpi yang muluk2. Egk perlu jago seperti Brasil or Italy. Yang penting, kita jangan makin tenggelam, khususnya di pentas ASEAN. Saat ini, kita sudah tertinggal dari Thailand, Vietnam, Singapore, Malaysia, dan Myanmar. Mau tunggu sampai kapan? sampai kita sejajar dengan negara Timor Leste?

haryadi mengatakan...

Pusing kalau ngomongi sepak bola kita kalah....terus...

sanman mengatakan...

Perlu ada perubahan besar-besaran ditubuh PSSI yang menaungi timnas.

sendox mengatakan...

tetep dukung tim PSSI aja bro, salam kenal semua

sanman mengatakan...

Yup...
setuju sekali...
thx dukunganya bro sendox...