07 Mei 2010

Jelang Piala Thomas Uber Malaysia 2010

Tanggal 9 Mei nanti, seluruh pertandingan Piala Thomas Uber resmi dibuka di Malaysia. Tim Thomas Indonesia akan menghadapi Australia di laga pertama babak penyisihan nanti. Sesudahnya, Tim Thomas Indonesia juga akan menghadapi India di partai ke dua. Rasanya mudah untuk melewati kedua tim tersebut. Diprediksi apabila melenggang lolos ke babak perempat-final, maka tim thomas Indonesia akan bertemu dengan China, Malaysia, atau Denmark.

Sedangkan Tim Uber Indonesia akan menghadapi Australia dan Denmark di babak penyisihan. Lolos atau tidaknya Tim Uber Indonesia ini ditentukan dari dua partai awal ini.

Prediksi saya, Untuk Tim Thomas Indonesia, akan lolos dengan mudah di babak penyisihan awal. Tapi saat memasuka babak perempat-final, lolos tidaknya Indonesia ditentukan dari calon lawan yang akan dihadapi. Apabila Tim Thomas Indonesia menghadapi China, maka 99% sudah pasti gagal. Jika menghadapi Malaysia/Denmark peluang lolos 50%. Tapi ingat, ini main di Malaysia, bukan di Indonesia.

Sedangkan Tim Uber Indonesia paling banter hanya lolos babak penyisihan saja. Setelah masuk babak perempat-final, saya benar-benar ragu kalau Tim Uber kita bisa berbuat banyak.

Adapun yang menjadi kendala sampai saat ini, adalah tidak ada regenerasi yang mantap di tubuh PBSI, baik pengurusnya maupun pemainnya. Orang-orangnya hanya itu-itu saja. Ihat saja di Tim Thomas Indonesia, sudah 10 tahun posisi Taufik-Sony-Simon bertahan terus tanpa tergantikan. Hasilnya, prestasi yang didapatkan kian jeblok saja. Sementara di pasangan ganda, hanya pasangannya saja yang diutak-atik/bongkar-pasang, tetapi pemainnya sama saja. Seeperti Markis kido, Hendra Setiawan, Alvent Yulianto Chandra, Hendra Aprida Gunawan, Muhammad Ahsan, dan Nova Widianto.

Di Tim Uber Indonesia juga setali tiga uang. Pemain-pemain seperti Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari, Maria Kristin Yulianti, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, dan Lilyana Natsir menjadi tumpuan disetiap ajang yang dihadapi tanpa ada regenerasi/pemain baru. Kalaupun ada pemain baru, hanya 1-2 kali saja diujicobakan, dan karena kualitasnya memang sangat rendah, maka pemain baru terebut dikembalikan ke pelatnas Cipayung.

Sudah capek juga rasanya membahas masalah Olahraga di Indonesia yang miskin prestasi. Mulai dari pentas sepak bola, bulu tangkis, sampai ke tingkat dunia sekelas SEA GAMES dan OLIMPIADE. Semua menunjukkan grafik penurunan yang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Kenapa semua ini bisa terjadi? Ada satu penyebabnya. Karena di Indonesia miskin sarana dan prasarana pendukung olahraga. Seperti lapangan dan perlengkapan olahraga. Atlit bisa dibina. Tapi membinanya gimana jika sarana pendukungnya pas-pasan. Juga kurang insentif gaji/bonus, pelatih berkualitas, dan perekrutan yang terbuka. Semua bisa memungkinkan jika pemerintah mengalokasikan dana >1 triliun/100 juta USD diluar pembangunan stadion untuk urusan olahraga. Jika kurang dari angka segitu? Yah kayak ginilah restasi kita, selalu miskin dan makin terpuruk...

3 komentar:

yasiin mengatakan...

sedih....
piala Uber jatuh ke tangan china T_T

kita kalah lagi gan....

sanman mengatakan...

ya...final uber China vs Korea.
Ina kalah di semi lama China...T_T
Harus tingkatkan kualitas tim putri kita kalau tidak mau semakin terpuruk...caranya? bikin camp pelatihan di china. Jangan songong...

unksenna mengatakan...

tim uber udah kalah....