16 Mei 2010

Tim Thomas China Juara

Akhirnya Tim Thomas China menjadi Juara untuk kedelapan kalinya setelah unggul dari Tim Thomas Indonesia dengan skor 3-0. Dengan ini Tim Thomas China berhasil mengukuhkan diri diposisi kedua sebagai pengumpul juara piala Thomas 8 kali, dibawah Tim Thomas Indonesia dengan raihan 13 kali.

Pada hari kemarin Tim Uber Korea Selatan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tim Uber China dengan skor 3-1. Hasil ini akan menjadi sejarah bagi Tim Uber Korea, karena merupakan raihan juara Uber pertama kali bagi mereka. Sementara bagi Tim Uber China, kegagalan ini melepas angan-angan mereka untuk juara beruntun semenjak tahun 1996.

Meski Tim Thomas Kali ini kalah, tapi setidaknya semangat juang yang diperlihatkan Markis Kido/ Hendra Setiawan yang main nomor 2 dan Simon Santoso yang main nomor 3 sangat baik.Mereka bisa mengimbangi Tim Thomas China. Apalagi saat Simon main, yang terasa agak sedikit ”dicurangi” wasit pertandingan. Tapi secara keseluruhan, Tim China masih unggul 1 strip dengan Indonesia. Unggulnya dimana? Di Mental juara dan spirit.

Seperti kata Chandra Wijaya, mantan pebulutangkis ganda putra Indonesia, Tim Thomas/Uber Indonesia kalah disisi FISIK. Terbukti, saat Tim Thomas berlaga di nomor 2 dan 3 yang memainkan rubber set (3 babak), selalu kalah jauh skornya tertinggal dengan lawan saat dibabak ke 3. Ini perlu pembenahan. Saya lihat, kita sudah tertinggal 1 strip dengan China, dan setara dengan Malaysia atau Korea. Jika ingin mengembalikan Piala Thomas-Uber ke tanah air, seluruh sistem mulai dari pengurus PBSI sampai pemain harus dirombak.

Strategi yang harus diterapkan menurut saya, adalah dengan mendirikan titik-titik pelatihan SETARA CIPAYUNG di beberapa kota besar sentra penghasil bibit-bibit muda.. Misalnya di Medan, palembang, Bandung, Surabaya, dan Manado. Dengan demikian, pemain-pemain dari klub badminton yang hebat bisa masuk camp pelatnas ”Cipayung” yang ada di daerah-daerah yang sudah didirikan.

Tujuannya, adalah alur perekrutan bisa berjalan mulus, mulai dari usia <13 tahun hingga berjenjang. Juga nantinya akan mempermudah kerja dari Cipayung pusat dalam hal penganggaran dan perekrutan pemain. Jika sudah seperti ini, niscaya Piala Thomas-Uber, sampai medali Olimpiade pun bisa didapat. Alasannya, karena kita punya MODAL. Tak hanya mengandalkan faktor kebetulan semata.

Juga struktur kepengurusan PBSI, saya sarankan jangan pakai orang dengan latar belakang POLITIK, karena nantinya hanya akan menjadi kendaraan politik ybs saja. Paling tidak, harus cari orang-orang yang memiliki latar belakang pebulutangkis, atau pemerhati bulutangkis ditanah air. Tak lupa juga tentunya, yakni harus punya banyak koneksi dengan petinggi untuk memudahkan pendapatan dana.

7 komentar:

Zippy mengatakan...

Haduh..sayang banget yah.
Coba aja Thomas Indonesia bisa menang lawan China.
Kayak Uber Korsel kemarin, bisa menang lawan China.

Dunia Hp mengatakan...

Moga aja 2 tahun mendatang Indonesia bisa lebih baik lagi.
Bisa jadi juara Thomas dan Uber sekaligu! Amin :)

Anak Rantau mengatakan...

Kecewa berat aku Sob.

sanman mengatakan...

@ Zippy: ya. sayang banget. padahal waktu game ke2 dan game ke3 itu pointnya sudah beda2 tipis.

@ Dunia Hp: Semoga! Tapi saya lebih suka jika bisa menang Thomas-Uber Cup dengan MODAL, bukan hanya keberuntungan semata.

@ Anak Rantau: semua pasti kecewa dengan hasil ini. semoga dengan hasil ini PBSI bisa melakukan inovasi2 agar tim bulutangkis kita semakin kuat kedepannya...

tovarossi mengatakan...

moga tahun depan qta yang akan mendapatkan piala thomas dan uber. amien...

sanman mengatakan...

semoga bro! semua harus didapat dengan kerja keras...

budiawanhutasoit mengatakan...

harus ada regenerasi...kalau tidak, maka thomas cup tdk akan bisa dibawa ke indonesia.

semoag tahun depan lebih sukses!