Pada masa penjajahan Belanda sejak awal adad ke 16 sampai tahun 1949, sudah begitu banyak ribuan pejuang mati demi menurunkan bendera Belanda, Merah-Putih-Biru. Bahkan ada yang memakai ”pegangan” agar jika ditembak pas akan naik ke tiang bendera Belanda untuk merobek/menurunkan benderanya, tidak kena peluru/anti mati. Kini, begitu banyak masyarakat Indonesia yang secara bangga menaikkan bendera Belanda, baik pada saat EURO maupun Piala Dunia. Bahkan ada yang sampai menghormati bendera Belanda itu. Dalam hati saya terbesit, Bagaimanakah perasaan para pejuang kemerdekaan dulu melihat anak cucunya sekarang yang memasang bendera Belanda dengan bangganya, bahkan sampai menghormat, sementara dulu mereka sampai rela mati mengorbankan nyawanya demi menurunkan bendera-bendera itu dari tiangnya?

Sama persis ketika para pendukung tim Jepang ditanah air, menaikkan bendera Jepang untuk mendukung tim nya berlaga di Piala Dunia 2010 kali ini. Bahkan, sama persis dengan pendukung tim Belanda, mereka dengan bangganya menghormat bendera Jepang itu. Padahal, pada tahun 1942-1945, bendera-bendera Jepang menjadi musuh seluruh masyarakat bangsa Indonesia. Bahkan dulunya mereka berlomba-lomba untuk menembaki para tentara serdadu Jepang ini. Kini, bendera Jepang berkibar dimana-mana, diseluruh pelosok negeri ini. Bagaimanakah kira-kira perasaan pejuang kemerdekaan dulu, yang tertembak mati saat akan naik ke atas tiang untuk menurunkan bendera Jepang itu? Senangkah mereka?

Artikel Yang Berhubungan:



5 comments

  1. mas doyok // Juni 15, 2010 1:44 PM  

    karena fanatik piala dunia ya mas :(
    betul juga...
    tapi posisi sekarang kan bukan menjadi musuh....

    naaf baru mampri
    saking banyaknya intraksi dgn pembaca lewat email fb dan lain2 bikin sibuk full

  2. Zippy // Juni 15, 2010 9:01 PM  

    Biarlah yang berlalu tetap berlalu.
    Sejerah tetap menjadi sejaran.
    Dan..biarlah momen piala dunia menjadi pemersatunya :)

  3. Dunia Hape // Juni 15, 2010 9:04 PM  

    Sekarang kan keduanya suah menjadi bagian dari bangsa ini.
    Jadi, biarlah kita mulai kehidupan yang baru lagi.
    Toh..hubungan yang terjadi cukup baik.
    Yang lalu biarlah berlalu, hehehe...

  4. budiawanhutasoit // Juni 17, 2010 3:50 PM  

    sepertinya tidak usah dikaitkan lagi antara Piala Dunia dan semasa jaman penjajahan.
    ini hanya masalah dukungan tim kesebelasan.
    kita ingin bendera Merah Putih yang dinaikkan pada saat Piala Dunia, tapi apa daya...
    walaupun PSSI (dgn ketua umumnya sekarang), dengan 'akal-akalan' agar Indonesia bisa ikut di PD dengan cara menjadi tuan rumah di PD 2022 (bukan dari prestasi), tetap tidak berhasil.
    jadi, tidak ada salahnya kita mendukung kesebelasan negara lain.
    penjajahan jadikan history aja...utk dijadikan pelajaran.

    saya termasuk pendukung Belanda, selain Brazil dan Inggris...

  5. four dreams // Juni 18, 2010 2:09 AM  

    sob ada award untuk sobat, silahkan dicek yaaa :)

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentarmu disini
Leave Your Comment Here

Komentar yang berbau SPAM dan mengandung LINK tidak akan ditayangkan