23 Oktober 2010

MU Ikut Liga Premier Indonesia

Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas salah satu konsursium tanah air, Arifin Panigoro, akan segera bergulir pada bulan november nanti. Pesertanya selain dari klub-klub bekas Liga Super Indonesia (LSI, dibawah naungan PSSI) berbagai divisi, juga ada klub-klub baru, seperti halnya didaerah saya, MU (Manado United).

Untuk mempersiapkan ikut LPI, MU sudah mulai bergerak dengan mengadakan seleksi pemain. Seleksi pemain diikuti pemain senior dan junior, tapi semuanya berasal dari daerah Sulawesi Utara. Tidak ada pemain dari luar daerah. Ini bukti bahwa tujuan MU memang ingin mencari pemain muda yang berbakat, yang berasal dari daerah ini. Tapi, ada juga 7 pemain asing yang ikut diseleksi. Tapi, menurut info yang didapat, hanya 2-3 orang pemain asing saja yang akan direkrut. Tujuannya adalah untuk membimbing dan memberi pengalaman kepada pemain muda yang semuanya berasal dari Sulawesi Utara, dengan usia mayoritas dibawah 25 tahun.

Begitupun dengan beberapa mantan pemain klub Super Liga Indonesia beberapa tahun lalu, yakni Persma dan Persmin yang akan direkrut juga, tapi terhadang masalah fisik. Alasannya, karena sudah lama tidak mengikuti Liga Indonesia lagi. Kilas balik sedikit, kedua klub Sulawesi Utara ini pernah eksis di Liga Super Indonesia 3 tahun lalu. Tapi akhirnya bubar karena tidak ada sponsor (bisa jadi karena tidak ingin melepas aset kendaraan politik ke pihak swasta, seperti yang kita tahu banyak klub sepakbola yang 100% pengurusnya orang pemerintahan, yang sebenarnya ini tidak boleh) dan tidak mendirikan badan hukum PT, seperti yang diwajibkan PSSI.

Dalam waktu kurang dari sebulan, fisik harus kembali seperti sedia kala, atau minimal mendekati kualitas fisik sebelumnya. Mana bisa bermain bola kalau 15 menit main sudah ngos-ngosan. Mau jadi atlit, tentu fisik harus bagus. Kalau tidak mau jadi pedagang saja. Skill bagus tapi fisik payah = tidak terpakai dalam tim. Menurut info, hampir semua laga di LPI akan dipakai wasit asing yang berasal dari Portugal dan Australia. Jadi, tidak ada itu hadiah bonus pinalty kepada tuan rumah.

Oke! Selamat berjuang buat MU! Semoga bisa kembali sukses, meski dipentas LPI, bukan di LSI. Karena seluruh pemain yang bernaung di LPI TIDAK BISA MEMPERKUAT TIMNAS. Jangan jadikan MU sebagai kendaraan politik, murni ingin mencari pemain lokal baru, dan ingin menghibur masyarakat...

2 komentar:

Zippy mengatakan...

Weleh..saya kira Manchester United, wkakakka...
Taunya Manado United :))

ajeng mengatakan...

Hehehe.. 'terprovokasi' dengan judulnya juga :))
Hidup Persik, eh hidup sepak bola Indonesia saja :D