25 Februari 2012

Listrik Sering Padam, Usaha Warnet Merana

Akhir-akhir ini di daerahku, listrik PLN kembali sering padam sendiri tanpa alasan yang jelas. Padahal sewaktu bapak Dahlan Iskan dulu menjabat sebagai Direktur PLN tahun 2010/2011 lalu, kualitas listrik sudah bagus dan hampir tidak ada pemadaman. Tapi, di awal tahun 2012 ini, walaupun tidak ada angin atau hujan (yang sering digunakan oleh pihak PLN kalau listrik padam, dengan alasan gangguan cuaca atau alam) listrik tetap saja padam.

Gara-gara listrik sering mati sendiri inilah, membuat bisnis warnet saya tambah suram. Padahal saat ini semakin banyak persaingan, dengan semakin banyaknya orang menggunakan provider selular yang tinggal dikoneksikan ke HP langsung bisa mengakses internet. Belum lagi orang yang sudah langsung memasang koneksi internet di rumah-rumah, baik lewat kabel ataupun lewat flash.

Sebenarnya sejak jauh-jauh hari, saya sudah menyiapkan sebuah genset berdaya 5500 watt buat jaga-jaga kalau mati lampu. Tapi sekarang lagi bermasalah gensetnya, harus di perbaiki. Kalaupun sudah jadi, saya juga berpikir 2x untuk menghidupkan gensetnya, mengingat harga bensin yang konon katanya sebelum tanggal 1 April 2012 akan segera naik Rp.1000 s/d Rp.1500 per liter. Genset saya butuh minum 2,5 liter per jamnya (tarikan full) untuk tetap ON, dan itu bukan jumlah yang sedikit.

Maka itu saya tetap berharap, agar kualitas listrik di negara ini, terutama di daerah saya agar diperhatikan. PLN jangan hanya pintar menagih, tapi tidak bisa melayani, seperti jika konsumen telat sedikit membayar, maka petugas akan cepat-cepat datang ke TKP untuk memotong kabel listriknya. Jika listrik terus padam, maka investor juga akan kabur. Bagaimana bisa, investor yang mendirikan mall-mall ternama di daerah saya disuruh oleh pihak PLN untuk menggunakan genset sendiri untuk menghidupkan lampu di gedung mall mereka pada saat beban puncak listrik, yaitu pukul 17:00 - 22:00?

Maka itu, saya pribadi mendukung pemerintah untuk segera membuat PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Indonesia, mengingat, di 5 negara dengan penduduk terbanyak di dunia (India, China, Amerika, Russia dan Indonesia sendiri) tinggal Indonesia saja yang sumber ernerginya sebagian besar hanya mengandalkan PLTA (air) dan PLTD (Diesel, BBM). Sebenarnya ada energi alternatif lain yang sudah jalan, seperti PLTU (uap) dan PLTP (panas bumi), tapi kapasitasnya kecil dan belum banyak di daerah-daerah Indonesia sendiri.


12 komentar:

Sam Rinaldy mengatakan...

Kalau di tempat saya dalam sehari pasti mati...
Walaupun hanya sebentar...

Computers | Blog mengatakan...

Listrik di Indonesia emang masih tergolong payah sob, so sudah semestinya harus dicarikan solusi.

Raihan Marie Ramadhan mengatakan...

Masih mending mati bila tidak menimbulkan kerusakan pada perangkat elektronika kita.Akibat listrik mati hidup-mati hidup,pcku ambrol.
Makasih dah sharing,semoga ada perhatian khusus untuk daerahmu kawan,happy blogging.

sanman mengatakan...

Mungkin inilah yang dimaksud pak Dahlan dengan istilah "ayam mati dilumbung padi". Padahal di Indonesia adalah salah satu negara dengan sumber energi yang bervariasi, mulai dari :

air = luas perairan Indonesia adalah 2/3 dari total luas wilayah

panas bumi = Indonesia merupakan negara yang masuk rute cincin gunung berapi dunia (banyak terdapat gunung berapi aktif), jadi tenaga panas bumi seharusnya tidak masalah.

uap = sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, yang dikenal sebagai daerah terpanas dari 4 bagian iklim di bumi.

tenaga surya/matahari = tidak usah dijelaskan. di Indonesia yang dikenal sebagai iklim tropis, seharusnya tidak masalah jika ingin mengumpulkan panas dari energi matahari melalui panel2 surya.

bio gas = dari kotoran hewan. jumlah ternak di Indonesia bisa dibilang yang salah satu yang terbesar di dunia, dibawah China dan Amerika. dengan bio gas ini, seharusnya BBM berlahan sudah bisa dilepas dari bahan bakar mobil/motor.

nicamperenique mengatakan...

emang ya, klo usaha warnet sangat bergantung sama kestabilan pasokan listrik. kami juga merasakan hal yang sama kalau listrik padam. belakangan ini sih padamnya engga, cuma pedhot2 gitu, bikin rusak pc2 aja kan itu. padahal biasanya juga cukup, dan tidak ada tambahan unit yg dikendalikan listrik. jadi kami kira voltasenya naik turun.
yah cuma bisa ngelus dada deh :(

dw mengatakan...

wah kasian juga ya sob..ane trut berduka nih....absen malam hari disini :)

Fitria Handayani mengatakan...

tapi kalau diadakan PLTN kok agak nyeremin juga yaa.... pake nuklir?? wuiihhh.....kalau alternatif lain mungkin bisa, yaa.... gak hanya didaerahmu saja siy yang suka lampu mati.

agusbg mengatakan...

serba susah ya, makek genset rugi, nggak pakek mati... mungkin peralatannya PLN sudah lama dan minta ganti kali...

sanman mengatakan...

Sebenarnya, tenaga Nuklir aman. Cuma mungkin kita agak trauma aja dengan kasus Chernobyl dan Fukusima.
Kalo memang tidak ingin pake nuklir, tentu PLN dan menristek juga harus bekerja sama dalam mengembangkan sumber energi yang lain.

bloekoetoek blogonol mengatakan...

iya nih kadang PLN bukannya mempermudah kerja malah bikin keki juga. bayangin aja ketika kita edit situs, entah blog atau web, belum lagi di save eh mai...hilang deh tuh kerjaan. kadang kalau kita lagiu belajar apa, pas lagi semangat-semangatnya...listrik malah mati. mood belajarpun jadi hilang. jadinya keluyuran ngilangin kesal. khan sama aja bikin rugi juga. yang saya heran tuh, PLN kan satu-satunya perusahaan listrik negara, kok bisa rugi ya. padahalkan pelanggannya seluruh indonesia. jadi bingung sendiri dengan kerja orang negara ini. ok...info yang menarik. salam persahabatan blogger dan ditunggu kunjungan baliknya. makasih dan mahesa (makin hebat saja) buat blog ini.

Jenis Malaria mengatakan...

Kasihan banget nih pengusaha warnet...

asep Siakang mengatakan...

lagi lagi PADAM lagi lagi PADAM, PADAM kok lagi-lagi??///
aku buka warnet juga persaingannya ueedannn maknyooossss