Waspada Program Asuransi Via Telepon

Posted by Herman Tan | Selasa, April 03, 2012 | | 3 comments »

Akhir-akhir ini, saya sering mendapat telepon dari perusahaan asuransi kesehatan yang telah bekerja sama dengan Bank-bank ternama, untuk menawarkan asuransi mereka. Sayangnya, cara penawaran mereka hanya lewat telepon customer tanpa lewat tatap muka langsung. Jadi nanti pas di telpon oleh mereka (pihak asuransi) langsung saja mereka menawarkan produk asuransi mereka, dan bla..bla..bla.

Cara penawaran produk asuransi kesehatan mereka, terkesan menipu. Kenapa? Karena sering kali kita cuek saja jika ada telpon dari produk-produk asuransi/jasa gitu karena dianggap tidak penting. Jadi kita paling hanya bilang "ya, ya, ya" saja setiap ada pertanyaan dari mereka. Nah, hati-hati, karena jika 1x saja mereka mendengar kata "ya" saja dari kita melalui telpon pas mereka menawarkan "apakah anda bersedia mengikuti produk jasa asuransi kami?", maka bersiap-siaplah buku rekening anda setiap bulan akan mengalami pengurangan saldo tanpa anda sadari. Ya, meski tanpa tandatangan persetujuan, tapi mereka sudah "merekam" suara anda di telpon. Untuk meng-claimnya juga (membatalkan apabila sudah terlanjur), sangat berbelit-belit. Anda seperti akan di "tendang-tendang" untuk menelpon beberapa nomor konfirmasi untuk pembatalan.

Saya 2x mendapat telepon dari beberapa perusahaan asuransi yang berbeda (yang telah bekerja sama dengan pihak bank untuk memudahkan pemotongan iuran). Kadang saya sudah mengatakan "tidak" di setiap telepon yang masuk untuk hal-hal beginian (produk asuransi). Pernah suatu kali mereka (pihak penawar jasa asuransi) sampai mengucapkan "Anda harus ikut produk asuransi dari kami ini demi kesehatan anda di kemudian hari", yang sangat terkesan memaksa. Tapi, mereka tidak patah arang, dan terus berusaha menghubungi kita kembali (customer). Saya pun jadi jenuh. Mungkin bagi mereka, akan ada komisi apabila ada customer yang "masuk perangkap" dengan mengikuti produk jasa asuransi mereka. Tapi menurut saya, cara diatas tidaklah FAIR. Harusnya pihak bank juga bisa lebih melindungi hak-hak nasabahnya agar jangan sampai bobol.

Artikel Yang Berhubungan:



3 comments

  1. Zhang // April 03, 2012 6:45 PM  

    Biasanya telemarketing seperti itu memang "sangat rajin dan tekun". Karena memang mereka sistem komisi, hanya dapat duit klo bisa dapat customer.

  2. Arham Sukardi // April 03, 2012 7:51 PM  

    Wah mesti waspada nih sob..

  3. sanman // April 03, 2012 9:54 PM  

    Harus lebih berhati-hati memang...

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentarmu disini
Leave Your Comment Here

Komentar yang berbau SPAM dan mengandung LINK tidak akan ditayangkan