18 Juli 2012

Mobil Listrik Indonesia

Akhir-akhir ini banyak berita di media massa yang mengulas mengenai perkembangan Mobil Listrik di tanah air yang dimotori oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Mobil listrik pertama di Indonesia yang bernama "Ahmadi" ini di klaim dapat menempuh jarak 150 KM untuk sekali pengisian "bahan bakar" nya yang berupa charge listrik yang berkekuatan hingga 21 Kwh. Mobil listrik ini rencananya akan dipatenkan beberapa tahun lagi untuk dijual secara massal di Indonesia.

Saya pribadi sangat mendukung program mobil listrik ini, meski diluar sana banyak suara-suara sumbang yang mengatakan kalau ide pak Dahlan untuk mematenkan mobil listrik made in Indonesia itu hanya sekedar mimpi di siang bolong. Memang, untuk urusan produksi mobil berbahan bakar bensin, Indonesia sudah pernah beberapa kali mengeluarkan merk. Cuma mungkin kalah nama/brand dibanding mobil yang diimport dari luar negeri. Nah, kalau mobil listrik ini, di luar negeri baru sedikit juga yang memproduksinya. Yang beredar di Indonesia juga rasanya masih sangat-sangat sedikit, karena yang mengimport mobil listrik secara khusus belum ada. Kalau mau, paling harus pesan sendiri ke dealernya di Jepang atau China.

Satu yang pasti, cadangan minyak mentah bumi makin sedikit. Di Indonesia, banyak pakar memprediksi kalau cadangan minyak mentah kita hanya sampai tahun 2024. Itu artinya, sebelum 2024, penggunaan minyak bumi sudah akan di stop (mungkin di tahun 2018-2020), dan hanya akan digunakan untuk keperluan teknologi yang benar-benar penting (belum ada energi pengganti). Nah, pada saat itu, harga bensin mungkin sudah dikisaran 25 ribu hingga 50 ribu per liter, karena kita mungkin akan mengimport bensin dari luar untuk mencukupi permintaan dalam negeri. Saat itu, harga barang-barang pasti naik.

Nah, apakah anda sanggup memberi "minum" mobil anda dengan harga bensin seharga gitu? Sedangkan sekarang saja, orang masih ogah mau minum pertamax yang harganya Rp. 9000-an per liter. Apalagi yang berniat untuk membeli mobil baru sekarang, sebaiknya anda pikir 2x, hehehe. Jangan sampai nantinya mobil anda hanya akan jadi "besi tua" karena harga bensin selangit. Ini hanya opini saya, selanjutkan kembali ke anda. Kalau anda seorang bosman, tentu tidak masalah. hahaha

5 komentar:

Zhang mengatakan...

Minyak bumi di genjot sedot terus ya lama kelamaan habis juga.

sanman mengatakan...

Betul bro. Bukannya malah sibuk memikirkan bagaimana mencari dan menyebarkan sumber energi yang lain (terbaharui), ini malah sibuk terus menggenjot isapan minyak mentah dari perut bumi...

vie_three mengatakan...

lebih baik kayak di jepang tuch, jadi kebanyakan pakai kereta, dan jalan kaki atau sepeda. mengurangi penggunaan bensin, mengurangi polusi, mengurangi maceeettt.....

Bang Oi mengatakan...

Selagi masih ada kendaraan umum ada baiknya menggunakan itu saja.
salam hangat om

Patra Electric Vehicle mengatakan...

Maju terus produk dalam negeri, mobil listrik Patra, www.patrev-car.com \ www.cvpatra.indonetwork.co.id, kami sudah jalan 5 tahun jualan electric golf car