04 September 2012

Koneksi Speedy Jelek

Salah satu iklan "plesetan" yang dibuat pelanggan Speedy
Koneksi Speedy jelek. Itulah fakta yang sebenarnya. Saya sebagai pelanggan setia selama 4,5 tahun merasa punya hak "veto" atas produk yang saya pakai. Meski Speedy merupakan salah satu perusahaan internet terbesar di tanah air, tapi pelayanannya sungguh dibawah standar alias jelek. Bahkan beberapa waktu lalu ada berita tentang koneksi internet di Indonesia adalah yang paling lambat. Meski bukan hanya Speedy saja penyedia jasa layanan internet di Indonesia, tapi saya jamin > 50% masyarakat pengguna pasti menggunakan brand ini. Artinya secara tidak langsung, broadband ini bisa dikatakan "perwakilan" dari salah satu koneksi terlambat di Indonesia itu. Banyak sekali kejelekannya, tapi saya ambil saja satu kasus, contohnya kayak beberapa hari kemarin. Begini ceritanya.

Pada tanggal 29 Agustus lalu, koneksi Speedy di area saya (Manado) bisa dikatakan lupuh total. Kenapa saya menjamin lumpuh? Karena saya sebagai salah satu pengusaha jasa warnet memiliki semacam "forum" dengan rekan-rekan pengusaha warnet lain di daerah saya, dan kami berjumlah puluhan pengusaha. Semua saya tanyakan mengalami nasib yang sama pada koneksi jaringan di warnetnya (sesama pengguna broadband ini). Sejak sore itu pukul 18:00 WITA sampai 11:00 WITA siang keesokan harinya koneksi berjalan sangat lambat (bukan putus total, tapi ping besar dan lompat2/RTO). Saya telepon ke 147, itu sampai 6x baru dijawab "ya pak, saat ini area Manado ada gangguan perangkat karena cuaca buruk". Sebelumnya mereka menjawab pernyataan yang bikin emosi "maaf, koneksi lancar pak, mungkin hanya di modem anda yang jelek". zzz
Model ping lompat. Terlihat pada gambar, RTO (request time out) sangat banyak, yang artinya tidak terhubung ke server.
Pada tanggal 02 September sekitar pukul 18:00 WITA kemarin puncak emosi saya naik. Bagaimana tidak, ditengah padatnya antrean pengunjung yang "berebut" masuk untuk menggunakan jasa warnet kami, eh tiba-tiba koneksi malah putus total. Saya langsung kontak ke teman-teman saya yang lain yang punya warnet juga, ternyata semua mengalami nasib yang serupa. Koneksinya nanti baru jadi nanti subuh (saya lupa jam nya karena sudah tidur). Hasilnya, pendapatan lebih yang seharusnya bisa didapat pada hari minggu kemarin, malah melayang semua. Rugi sih tidak, tapi kesempatan mau dapat pemasukan lebih jadi tidak dapat. Padahal jarang-jarang lho sekarang warnet mau full malah antri konet nya ditengah persaingan dengan HP/IPAD/TAB yang bisa internetan.
Koneksi mati total ditandai dengan RTO terus menerus.
Hari ini koneksi dikasih lancar, tapi pelanggan berkurang. Ditongkrongin seharian sampe malam pun, benar-benar sepi, mungkin pelanggan terlanjur kecewa juga kemarin. Mereka lupa bahwa kami ini ujung tombak promosi sebenarnya di lapangan. Buat apa di hari sepi (kurang pengunjung) baru dikasih lancar koneksinya, dan pas padat pengunjung, koneksi malah ada gangguan. Kalau nanti pas bayar tagihan, 1/2 nya pake daun sie gak apa-apa. Kita juga pengusahan mau cari lebih juga kali. Atau setidaknya, dikasih dispensasi / pengurangan tagihan akibat gangguan koneksinya.

Tapi mana ada, dulu saya pernah bertanya di kasir pembayaran mereka, untuk mendapatkan pengurangan tagihan, bisa; tetapi minimal sudah 3 hari berturut-turut koneksi di tempat anda mati. Kalo hanya "byar pet" meski intensitasnya setiap hari, tetap harus bayar full. Mereka kira kita ini pake di rumah. Di warnet, 2 menit aja gak konek (putus) itu pelanggan kabur semua tau! Seandainya sudah konek, tapi kondisi net sudah kosong, apa kita harus pake toa/corong dan teriak "Woi sudah jadi nih koneksinya, ayo balik gih!" Gak lucu kan (hammer :). Artinya apa, kemampuan stabilitas jaringan (buffer) juga harus menjadi perhatian, bukan kapasitas (bandwith DL/UL nya yang di gedein). Buat apa kemampuan download gede tapi sering mati?

Buat warnet, sebenarnya hanya ada 2 "musibah" yang selalu menghantui. Yang pertama, mati listrik, tapi masih bisa diakali dengan genset. Yang kedua, ya ini, mati koneksi, mau diakali pake apa? Pilihan koneksi internet di daerah saya juga tidak banyak, yang banyak itu malah koneksi internet di HP. Gak lucu kan pake koneksi ESIA atau XL (misalnya) lewat HP yang harus di share ke puluhan komputer? Harganya mau dikasih berapa? 5000 perak saja semua sudah pada kabur karena kemahalan. Cobalah, kalau mau ada maintenance, lakukan di malam hari. Jangan di siang/sore hari, itu jam padat. Saya tau teknisinya "orang kantoran", jadi kerjanya juga jam kantoran. Tapi harusnya ada pengecualian untuk beberapa pekerjaan yang memang harus dikerjakan pada malam hari.

Surat terbuka dari salah satu pengusaha warnet

16 komentar:

agus bg mengatakan...

sabar ya om, nggak cuma speedy aja kok, lainnya juga terkadang sama... beda dengan iklan yang di tayangin di tv...

nique mengatakan...

saya dapat membayangkan kejengkelan yang merasuki dirimu, cuma Jakarta lebih bernasib baik karena banyak provider pesaing, bahkan yg fiber optic pun sudah menjamur.
kami menggunakan speedy hanya sebagai back up agar koneksi int'l nya ngacir.

semoga pihak speedy mau membenahi diri agar pelanggan khususnya pengusaha warnet tidak sering misuh2 :)

sanman mengatakan...

Setahu ku, koneksi dengan fiber optik itu adalah jaringan bawah tanah, dan lebih "tahan" dari gangguan cuaca/alam.

Kalo speedy masih pake tiang telepon rumah. ckck

Mami Zidane mengatakan...

hallo...salam kenal balik stefany...

Lukman Hakim mengatakan...

berhubung aku belum pernah pakai speedy, jadi aku belum tahu cacat atau tidaknya.
tetapi jika itu pengalaman sahabat, ada benar juga,

semoga bisnis warnetnya sukses yah...

Shinta mengatakan...

Mungkin agar pengguna internet berlatih menjadi orang yang sabar dan nggak cepat emosian. (Garing dot com)

Rudy Arra mengatakan...

Sebagai pengguna speedy juga, saya sangat tidak senang denger cerita sobat diatas, karena kita kan sudah bayar mahal-mahal, tapi kalo pelayanannya sangat tidak memuaskan, itumah udah kelewatan.

Saya berada di daerah Bandung, dan selama hampir 7 bulan saya menggunakan speedy dirumah, sejauh ini saya belum mengalami gangguan yang begitu berarti, walaupun koneksi speedy memang terkadang jadi agak lemod. Tapi untuk sobat, sabar aja ya menghadapi ini semua :)

sanman mengatakan...

Betul, kalo saya hanya pake di rumah, mau mati seminggu juga gak jadi soal.
Tapi ini kita pake buat usaha, tarifnya juga bukan kategori murah apalagi kita pake sampe 2 link/nomor dan itu saya jujur saja harganya 2 jutaan/bulan hanya untuk ongkos koneksi.
Kalo jaringan ngadat yang kena komplain oleh user itu kita mas, bukan speedynya yang tenang2 aja.

trica jus mengatakan...

salam kenal gan.

♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥ mengatakan...

. . aq juga pake speedy kawan. ya ampyuennn,, terkadang malah seharian gak tersambung dengan internet. sampe^ aq harus bolak-balik telpon untuk menanyakan kenapa ini bisa terjadi. tapi pihak sana nya malah nyuruh ini lah,, itu lah,, lalu hanya cuma sebentar aja bisanya. setelah nya ilank lagi. sampe jenuh aq. jd ya skarang udah lah,, itu hal biasa n aq malas tuk complain lagi. percuma . .

Loekman Hakeem mengatakan...

..Betooll itu boss.......kalo 1x , 2x ok lah...ini tiap hari minggu jeblok....parah kali speedy .....

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3518356203988&set=a.2292578120302.2101925.1424514944&type=1&theater

Nasep....padahal cmn 1 MB pun di paksa kyk gt....kaburr lah user .....

Anonim mengatakan...

EMANG parah sipidy

Anonim mengatakan...

krn pengalaman bbrp kali complaint ga ada perubahan, cm bs berharap/berdoa di daerah kita spt jkt, banyak pesaing, infrastruktur bagus, dlsbnya...
skrg cm bs senyum kecut dl aja dah, hiheihiee....

Multi Freeya mengatakan...

wkwk telkom emang cacad coba ad yang lain pada kabur semua tuh dari telkom sayang cuma ada telkom yang sediain layanannya saya sendiri benci pake ni telkom XD
telkom wifi rumahan pingnya mirip gambar di atas loncat2 benci saya apalagi buat game online 3x RTO langsung DC tuh game 8D

sanman mengatakan...

Betul. Untuk main game online, yang diperlukan adalah ketahanan/buffer, bukan power.
Tidak ada gunanya power (Kemampuan DL/UP) kalau sering RTO/DC.

asep susi mengatakan...

saya punya banyak sekali cerita kepayahan speedy yang saya alami sendiri, untuk masalah koneksi mungkin bisa saya maafkan, tapi masalah pelayanan ini lo, sudah petugas lapangannya pada lelet, mata duitan
provider lain sudah mulai bermunculan, mungkin sekarang belum besar, tapi nanti kalo sudah besar saya yakin speedy akan ditinggalkan pelanggan, seperti halnya telepon rumah....
SAYA YAKIN 100%