19 Juli 2013

Rahasia Dibalik Struktur Multi Level Marketing

Struktur Level Bisnis MLM (Studi Kasus Pada Melia Nature Indonesia/Melia Sehat Sejahtera)

MLM (Multi Level Marketing) atau dalam bahasa Indonesianya dapat diartikan sebagai "pemasaran berjenjang" adalah sistem penjualan berkelompok melalui keanggotaan yang membentuk tim pemasaran secara bertingkat. Sistem MLM ini lebih mengutamakan kebersamaan dalam mencapai tingkat omset penjualan perusahaan. Seorang anggota yang dapat memimpin timnya dalam memasarkan produk perusahaan akan diberikan komisi atau bonus sesuai dengan sistem yang berlaku di masing-masing perusahaan MLM (id.wikipedia.org).

MLM biasanya membuat peserta atau anggotanya untuk mencari anggota lain dengan imbalan tertentu secara berjenjang. Orang yang mendapatkan banyak anggota yang rajin membeli barang akan mendapat keuntungan yang berlipat ganda daripada anggota / member yang hanya membeli saja tanpa mencari anggota/bawahan. Dengan mendapatkan banyak anggota yang terdaftar hasil bujukannya serta menularkan kemampuan mencari member kepada bawahannya maka dipastikan orang itu akan sukses bermain MLM dan mendapatkan berbagai insentif, bonus, dsb (organisasi.org).

Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung? Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil (on.fb.me/12MQYZT).

Karena model bisnis seperti itulah, yang akhirnya banyak orang sekarang mencari bisnis MLM yang baru berkembang/muncul, dengan harapan bisa segera mencapai level "top manager" dalam waktu singkat, karena pasti masih banyak "tumbal" yang tersedia di lapangan. Maksud kata "tumbal" disini tidak lain adalah orang-orang yang tergiur untuk ikut bisnis serupa, dan belum tergabung dalam perusahaan MLM tersebut (yang dimaksud) sebelumnya. "Tumbal" disini tujuannya tidak lain untuk dijadikan downline atau pengikut dari seseorang pada perusahaan MLM tersebut, karena dengan makin banyaknya downline seseorang, maka makin tinggi pula level manajernya (sebutan istilah pangkat-pangkatan dalam bisnis MLM) dan makin tinggi pula bonus-bonus yang akan dia dapat, seperti mobil, rumah, dsb. Masalahnya, semakin ke bawah (dalam struktur MLM), "tumbal" semakin sulit dicari. Tak jarang anggota keluarga/saudara pun akhirnya dijadikan "tumbal" juga demi memenuhi target anggota untuk naik peringkat/level.

Dulu MLM itu identik dengan Money Game. Tapi agar kelihatan lebih eksklusif, dipakailah media/alat/barang dagangan untuk dijual, misalnya produk kosmetik, kesehatan, aksesoris, dsb. Keuntungannya itu berupa uang yang terus berputar bagi perkembangan perusahaan MLM tersebut; dan pada akhirnya hanya di bagikan kepada orang-orang yang sudah punya pangkat/level tertentu dalam stuktur MLM nya. Jadi jika anda banyak membaca kisah-kisah kesuksesan yang banyak beredar di internet, seperti yang menjelaskan bahwa "Ibu rumah tangga bisa dapat 1 juta/hari", atau "6 bulan bisa dapat mobil BMW", itu mungkin saja benar, tetapi hanya jika anda sudah berada pada level top manager/puncak. Tetapi itu bisa saja akal-akalan dari "si pencari tumbal" untuk meyakinkan calon tumbalnya (untuk dijadikan downline) agar mau ikut bisnis MLM yang dia tawarkan. Berapa sulit sih membuat 1 postingan di media blogspot/wordpress yang berisi kisah kesuksesan seseorang (di karang saja isinya) ? Kurang dari 30 menit!

Selanjutnya semua kembali kepada pembaca, apakah bisnis MLM ini bermanfaat atau tidak. Apalagi bisnis ini tidak mengikat dari segi waktu, kecuali untuk ditekuni. Apalagi yang mempunyai mimpi/angan-angan untuk cepat kaya, hahaha, cocoklah bisnis ini untuk anda, ya, minimal untuk mengobati kerinduan menjadi kayanya...

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Benar sob. Dulu gua dikibulin ama teman-teman di FB, yang katanya bisa mendapatkan penghasilan seperti yang dijanjikan, seperti banyak uang, dan bisa dapat mobil lagi asalkan gua jualan produk2 mereka.

Tapi setelah sekian lama, hasilnya bukannya tambah sejahtera, tapi hidup gua malah tambah miskin sekarang.

Mirip iklan tongfang, "dulu saya miskin, tapi setelah ikut bisnis MLM, alhamdulilah saya menjadi lebih miskin sekarang. terima kasih MLM".

Anehnya kok teman2 saya bisa kaya dari MLM? lalu saya tertarik untuk menantang mereka hasil dari ikut MLM setelah sekian tahun. Coba tunjukan buku rekeningnya. Alhasil dengan ribuan alasan mereka menolaknya. Ternyata setelah kupaksa, rekening mereka itu isinya gak nyampe 5 jeti swt. Hanya pura2 kaya saja, mobil sewaan...

sanman mengatakan...

Saya turut prihatin sobat..

Memang betul juga sih MLM bisa bikin kaya. Tapi seperti contoh kasus diatas, dari 1000, hanya 1 yang akan benar-benar kaya, sisanya 999 hanya 1/2 kaya, atau bahkan bisa lebih miskin dari sebelumnya mengenal MLM.

Tanya kenapa? Karena sistemnya BERJENJANG. Bonusmu (uang/mobil/rumah/dsb) di dapat dari PANGKATMU.

Beda sama sales perusahaan. Jika dia (si sales) menjual banyak barang perusahaan, bonusnya ke dia gede. Meski gajinya UMP tapi bonusnya tidak terhingga (studi kasus pada sales mobil semua merek). Manajernya gak dapat apa2 karena yang ngejualnya si sales bukan manajer. Tapi dari segi gaji pokok, jelas manajer lebih gede (bisa 4-5x UMP). Kalaupun dapat bonus, mungkin pembagiannya 75% buat sales dan 25% buat manajernya.

sanman mengatakan...

Berbanding terbalik ama MLM.
Itu yang manajer makan daging, tapi salesnya (downline) nya makan tulang, alias gak dapat apa-apa selama pangkatnya masih kopral wkwkwk

Hayardin Putra mengatakan...

Berbicara mengenai MLM memang sangat menarik, pada kenyataanya memang banyak sekali orang yang ALERGI dengan kata MLM, saja juga dulunya Alergi dengan kata MLM tapi sekarang saya malah menjadi OWNER sebuah website MLM di www.bisnisonline-terpercaya.com karena saya yakin lewat MLM bisa memberikan Penghasilan dari dunia Maya...

wawan mengatakan...

arisan berantai....... ga pernah awet..

wawan mengatakan...

arisan berantai...remuk yg terakhir

Anonim mengatakan...

Semakin ke bawah semakin banyak dapat TAI nya...
Boleh sih, tapi pilih2 MLM yang baru mulai jalan, agar agan cepat dapat posisi direktur/manajer/apalah istilahnya, karena masih banyak "tumbal" spt kata bro herman diatas, hehehe

Pissss....

Fauzzy mengatakan...

yg namanya bisnis itu harus saling mengentungkan, tdk ada kata tumbal, tp di dlm MLM, jelas tumbalnya orang yg terakhir mengikuti system tsbt.