19 Januari 2014

Bencan Alam Terparah di Manado

Pray for Manado. Banjir bandang yang terjadi pada 15 Januari 2014 lalu benar-benar telah meluluh-lantakan daerah ini. Tercatat puluhan korban tewas (sekitar 20-an orang), ratusan rumah hancur (benar-benar hancur sampai hanya menyisakan fondasi/tanahnya), dan puluhan ribu orang mengungsi. Aktifitas kota langsung lumpuh akibat listrik padam (hampir 80% diseluruh kota), air PAM keruh, banyak jembatan putus, dan yang paling memprihatinkan, bantuan untuk para korban pun tidak ada.

Dari informasi yang beredar di masyarakat, banjir ini terjadi mendadak. Air tiba-tiba langsung meninggi 3-4 meter. Ini disebabkan karena ada semacam pintu air di daerah Tondano, yang katanya sudah OVER CAPASITAS, jadi kalau tidak dibuka, turbin PLN nya akan hancur. Akhirnya pintu air sengaja dibuka (namun pihak mereka menolak tudingan tersebut dengan mengatakan airnya keluar/meluap sendiri) dengan mengorbankan 22 nyawa (sampai 17/01/2014) dan ratusan rumah hancur dan ribuan orang mengungsi.

Tapi logikanya saja, air hujan mana bisa bikin banjir dalam waktu 1 jam, bahkan rumah saya pun ikut kemasukan air dengan tinggi nyaris 11 meter jika diukur dari dasar sungai (3 meter tinggi dasar lantai ke dasar sungai, dan 8 meter full menggenangi lantai 1). Saya sangat menyakini, PEMICU UTAMA banjir ini adalah air kiriman daerah lain (DAS Tondano); tentu didukung pula oleh maraknya penebangan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dan selokan/got yang tersumbat.

Berita terkait tentang banjir Manado : http://www.youtube.com/watch?v=DV9Jzb5ylxI

2 komentar:

Hayardin Putra mengatakan...

selamat sore Sob... sangat memprihatinkan memang ya Sob melihat Bencana yang terjadi di Manado... Semoga saja Korban Bencana Banjir di Manado bisa secepat mungkin mendapatkan bantuan...

Herman Tan mengatakan...

Terima kasih bro atas simpatinya.