06 November 2014

Cara Setting Tide Graph di G-Shock 7900 All Series

Saya tanggal 27 Oktober lalu memesan sebuah jam tangan di salah satu toko Online yang kebetulan ada promo untuk jam tangan dan saya dapat kupon belanja. Padahal selama ini saya jarang pakai jam tangan. Kalau mau lihat jam biasanya lewat ponsel saja atau tanya orang. Pilihan saya jatuh pada merek G-Shock 7900. Info dari forum-forum penggemar jam tangan yang sempat saya baca sebagai referensi untuk menetukan pilihan, tipe G-Shock bagus karena 'tahan banting'. Seri 7900 sebenarnya sudah usang karena keluaran 2009, tapi dari semua seri G-Shock rata-rata >1 juta; dan seri 7900 ada di kisaran terendah. Barang nya baru sampai tanggal 31 Oktober pakai salah satu kurir jasa pengiriman.

Fitur utama G-Shock 7900 ini hanya 2, yakni moon phase & tide graph. Fitur moon phase nya bagus karena saya bisa memantau kapan sembahyang ce it dan cap go lewat tampilan grafik bulan nya. Sementara fitur tide graph atau grafik pasang surut air laut (berdasarkan perhitungan bulan) tidak terlalu berguna, karena saya bukan hobi menyelam atau memancing. Tapi dengar-dengar bagi sebagian orang Tionghoa, jika jenazah akan dimasukkan ke dalam peti mati katanya harus lihat air pasang dulu? Ini saya kurang mengerti.

Cara settiing moon phase sendiri mudah karena kita hanya perlu mengisi UTC+8 (WITA) dan letak longitudinal daerah saya (Manado) 124 derajat bujur timur. Yang sulit ini menentukan interval lunitidal. Dari forum yang saya baca katanya harus menentukan jam (waktu) kapan posisi bulan tepat diatas kepala dan kapan air pasang. Pakai rumus apa hanya di kurang tambahi saja saya kurang mengerti. Tapi saya hanya melakukan pendekatan saja dengan melakukan ujicoba (trial error) sampai yang mendekati.

Grafik tide graph pada G-Shock 7900
Secara umum grafik pasang surut air akan berubah setiap 6 jam (menurut buku panduan nya). Jadi saya tinggal mencocokkan grafik yang sudah ditampilkan otomatis pada jam (dengan data yang sudah dimasukkan sebelumnya, yakni GMT dan letak longitudinal) dengan grafik Tide Forecast dari internet. Tinggal di kira-kira saja intervalnya berapa jam. Interval nya sendiri berkisar 1-23 jam. Jadi kalau posisi air pasang, di jam juga harus di set pada posisi paling pasang (bagan ke 2). Cara mengaturnya sendiri tinggal di utak atik bagian intervalnya lalu lihat sudah sesuai atau belum. Udah gitu aja. Errornya paling hanya -30 s/d +30 menit.

Grafik pasang surut air di daerah saya. Titik merah pada grafik menunjukan posisi air saat ini.

Sebagai catatan, grafik tide graph atau grafik pasang surut air laut dapat dipantau secara online lewat website Tide Forecast. Lewat website ini kita dapat melihat (dan menentukan) grafik dan waktu pasang surut air di 196 negara dan +10 ribu lokasi/wilayah.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

G-7900 memang tidak dilengkapi tough solar (tenaga matahari). Tapi lihat fitur low temp LCD nya mampu bertahan di suhu -20C. Itu gua pernah nyoba sendiri naruh di kulkas yang suhunya -3C selama 15 menit. Gua keluarin, layarnya berembun hebat. Berkali-kali gua usap pake tisu embun nya keluar terus. Tapi setelah 15 menit ke suhu ruangan/normal, layarnya berhenti berembun, dan tidak ada sisa embun dibalik kaca LCD nya. Kalo jam murahan sudah pasti engga akan bisa kebaca lagi karena sudah penuh titik2 embun nya.

Herman Tan mengatakan...

Namanya juga 'versi termurah' dari G-Shock gan. Fiturnya pasti tidak akan lengkap/penuh. Kecuali agan ambil yang kisaran 2 jutaan itu fiturnya sudah 75% ada semua (kompas, termometer, tough solar, dsb). Aku juga belinya karena ada kupon yang nominalnya lumayan dari lazada nih (bukan kupon yang 50 ribu newsletter nya) kalo engga aku juga mikir 2x buat belinya.

punakawan mengatakan...

sepertinya seal pada jam bocor tuh... gshock walopun dibawah -3 seharusnya tidak berembun, aku sudah cb di beberapa gshock diantaranya 7900 posisi dibekukan ditengah es dan g berembun