29 Maret 2017

Alexa 26 Juta, Dapat 5 Juta/Bulan Dari Pemkot? Mau Naik Haji Loe?


Hebat ini masyarakat daerah saya. Pintar membaca peluang usaha, hanya dengan modal dengkul kerja sama liputan khusus online bisa dapat 5 juta per bulan. Semoga tidak terjadi di daerah lain.

Barusan ada orang nge-print berkas beberapa lembar, gua kira isinya apa. Ternyata surat tagihan ke Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, mengenai tagihan atas Pemberitaan/Liputan Khusus Pemkot Setempat.

Jadi cara kerjanya (menurut asumsi gua), orang2 ini modalnya hanya sebuah situs wordpress, dikasih template menarik dan tentunya, domain sendiri agar meyakinkan. Lalu mereka cari "proyek" berupa wawancara dan liputan khusus pemberitaan secara online mengenai aktivitas2 yang ada di Pemkot.

Oke sih, ada usaha, asalkan situsnya memang situs terpercaya, dan merupakan rujukan masyarakat. Salah satu point utama sebuah situs utama adalah trafiknya. Jika trafiknya hanya 10 orang per hari, apa itu merupakan situs terpercaya? Bisa ya. Tapi buat apa Pemkot daerah saya bayar sampai dengan 5 juta/bulan hanya demi pemberitaan semu, alias tidak ada orang yang membaca liputan2 di blog tersebut?

Surat tagihan ke pemkot setempat

Ini situsnya, nama dan alamat situs disamarkan

Identitas domainnya, baru dibuat Agustus tahun lalu, kontrak 1 tahun, mantap gan!

Kalian mau buat arsip ya? Arsip aja masih dijamah orang. Inilah SALAH SATU MODUS mencukur kas Negara (uang rakyat juga). Orang nyambi proyek2 kecil seperti ini. Liputan tapi tidak ada basis pembaca. Koran lokal saja harganya hanya 5000 perak, masih dibaca ribuan orang per hari. Nah lho ini 5 juta/bulan gak ada yang baca?

Lalu, apa indikator sampai saya yakin itu blog baru dan abal2?

1. Alexa ranknya 26 juta (tercantum pada ss diatas). Meski Alexa bukanlah penentu trafik yang valid, tapi jika ukurannya 26 juta, itu artinya trafik nyaris 0 per hari, maksimal 10 per hari.
2. Fanspage nya hanya berjumlah 13 ? Situs2 berita harusnya mengandalkan trafik jangka pendek seperti sosmed, bukan dari search engine.
3. Domainnya baru disewa tahun lalu, per agustus 2016. Hebat, gak mau rugi. Begitu udah gak dapat duit dari pemkot, dilepas dah.
4. Sayangnya identitas orang ini tercantum jelas di ICANN (dia gak pake protect guard/privacy gan). Selain itu, alamat emailnya di : xxxblitz@gmail.com sama seperti yang tercantum di surat penagihan.

Gua engga sekolah fakultas IT, tapi setidaknya berkecipung di dunia perbloggeran selama 8 tahun.

Serius, kalau ada yang tahu kontak bapak walikota, gua mau laporin dah, tapi gua sanksi apa pak walikota gua ini sikapnya sama kayak pak Ah*k engga? Takutnya pas gua lapor eh dia malah lapor balik jerat gua. wkwk

Ya dah lah. Anggap sebagai pembelajaran publik. Ini toh salah satu trik nyambi proyek2 di pemerintah. Lumayan buat uang saku. Yang penting ada kenalan/teman orang dalam yang kerja di pemkot yang bisa menggolkan proyek kerjasama tersebut.

Modal domain cuma cepek per tahun, hosting untuk trafik secuil juga cepek per tahun (kalo pake engine blogspot malah gratis gan, hehe). Cari template model2 news gratis banyak. Lalu tinggal copy2 berita dari media lain, paste di blognya kita. Selesai, 5 juta per bulan.

Mungkin semua staf di kantor pemerintahan saya gaptek gan. Tahunya maen fesbuk dan instagram posting2 status dan foto2 makanan/selfie. Gak ngerti dunia blogger. Asal tampilan desain situsnya bagus, dikira udah modal gede. Padahal blog abal2, gak punya trafik, gak punya pembaca. Walahualam...

Tidak ada komentar: