12 September 2017

Konstruksi jembatannya bagus. Juga menghadap ke laut lepas, sehingga tempat ini dijadikan penduduk lokal dan turis sebagai tempat melihat sunset dan salah satu tujuan wisata. Tapi sayang :

Jembatan Soekarno pada malam hari
1. Jembatan ini terlalu lama selesainya, 12 tahun,padahal di danai sepenuhnya oleh APBN; dan itu jelas mempengaruhi kualitas bahan baja dan besi yang terpapar terlalu lama di area terbuka, apalagi di tepi pantai. Tidak ada yg menjamin berapa lama jembatan ini akan bertahan dgn karat yg sudah lama ada, akibat jembatannya lama selesai.

2. Jembatan kabel gantung sebenarnya merupakan salah satu teknik pembuatan jembatan modern YANG PALING MURAH, MUDAH, dan CEPAT DIBANGUN. Negara2 maju seperti Tiongkok saat ini sudah jarang menggunakan teknik ini di perkotaan, karena desainnya yg terlalu standar. Teknik ini hanya dipakai apabila mereka ingin membangun jembatan yg sangat panjang, hanya karena ingin menghemat biaya dan waktu, seperti jembatan RUNYANG, ~ 36000 meter.

3. Sayang jembatan Soekarno di Manado ini terlalu dipolitisasi oleh orang2 yg berkepentingan di dalamnya, sehingga membuat "harga" jembatan ini membengkak menjadi 3x lipat dari harga pasar termahal. Mereka beralasan,...

A. Teknik konstruksinya istimewa, karena perubahan desain beberapa kali.
B. Penyebab mangkraknya jembatan ini karena struktur tanah yang agak unik. Butuh penanganan khusus dalam pengerjaan jembatan yang kontraktornya adalah PT Hutama Karya (Persero). Padahal kontraktor ini juga mengambil orang2 asing untuk mengerjakan desainnya.

Jembatan Soekarno pada malam hari, dengan lampu berwarna warni
Tapi seperti yg saya bilang, sebenarnya teknik jembatan gantung itu tidak ada yg istimewa. Bukan bermaksud untuk memandang remeh. Tidak perlu tanya ke orang asing dari Prancis dan Amerika (yg turut campur pada pengerjaan desain pembuatan jembatan ini). Tanya saja ke lulusan2 teknik dari universitas terkemuka di Indonesia.

Sungguh! Itu sangat mudah, murah dan cepat. Seperti yg telah saya sebutkan sebelumnya, ini merupakan salah satu teknik pembuatan/desain jembatan modern termudah di kelasnya. Dengan panjang 1.1 Km itu seharusnya dapat diselesaikan dalam tempo paling lama 18 bulan! (dengan catatan lahan 100% sudah fix).

Tapi lihat apa yg terjadi? Jembatan Soekarno selesai dalam tempo total 148 bulan, dengan menelan biaya lebih dari 300 miliar!

4. Jembatan itu 80% menggunakan tenaga ahli dari jakarta, dan 20% dari luar negeri. Tidak ada tenaga ahli lokal yg dilibatkan, sebagai bentuk transfer ilmu. Padahal 12 tahun lamanya, tapi masyarakat lokal hanya dianggap penonton di tanah sendiri.

Tidak ada komentar: