<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399863020236596135.post1740451487410942847..comments</id><updated>2009-10-27T14:41:10.569+08:00</updated><category term='Info Luar Negeri'/><category term='Tradisi Budaya Tionghoa'/><category term='Ucapan Hari Raya'/><category term='Picture'/><category term='Joke'/><category term='Dota Warcraft'/><category term='Catatan Sepak Bola'/><category term='Catatan Badminton'/><category term='Catatan Politik'/><category term='Info Kesehatan'/><category term='Warnet'/><category term='Game Online'/><category term='Iklan'/><category term='Info Internet'/><category term='Entertainment'/><category term='Tips Komputer'/><category term='Tips Blog'/><category term='Tempat Wisata'/><category term='Kisah'/><category term='Catatan PLN dan Speedy'/><category term='Seputar Agama TAO'/><category term='Info HP'/><category term='AsianGames dan SeaGames'/><category term='Catatan Saya'/><category term='Seputar Indonesia'/><category term='Tim Sepak Bola'/><category term='INFO'/><category term='Video'/><category term='Facebook'/><category term='Festival'/><title type='text'>Comments on UNIVERSAL: TRIDHARMA</title><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://universal.hermantan.com/feeds/1740451487410942847/comments/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/1740451487410942847/comments/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universal.hermantan.com/2009/06/tridharma.html'/><author><name>sanman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13299020136682647074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_8pU4zpBaaFs/SnGQWX0A-XI/AAAAAAAAAIg/dZMQH0ZaWYY/S220/180px-Barongsai.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399863020236596135.post-4099867332537422932</id><published>2009-10-27T14:41:10.569+08:00</published><updated>2009-10-27T14:41:10.569+08:00</updated><title type='text'>kalo menurut saya, seorang dewa (yg menurut anda j...</title><content type='html'>kalo menurut saya, seorang dewa (yg menurut anda jg pencapaiannya sudah tinggi setara dengan buddha)apakah masih memikirkan hal seperti itu?&lt;br /&gt;bila seorang dewa masih memikirkan hal seperti itu bukannya dewanya masih terikat akan pemujaan? keegoisan? apakah itu ciri2 seorang dewa yg memahami TAO?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Terlepas dari Dewa memikirkan atau tidak, tetapi sebagai seorang manusia, apa definisi anda tentang hormat? Dan bagaimana tindakan menghormati pihak lain? Apakah Anda menghormati alm. leluhur Anda pun seperti itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang kalo anda sudah meninggal, dan fotonya ditaruh dilantai, bakal bangkit dari kuburan, dan menghukum orang yg menaruh di lantai?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Saya rasa di atas tidak ada yang mengatakan bahwa yang mati akan bangkit dari kubur maupun menghukum orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus memuja/memuliakan/meninggikan dewa? Apakah dewa menyuruhmu memujanya?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengharuskan. Anda mau silahkan, tidak pun tidak masalah, semua kembali pada Anda.&lt;br /&gt;Apakah menurut Anda, Tuhan/Buddha pun harus/menyuruh untuk dipuja, dimuliakan, atau ditinggikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah lantai segitu kotornya?&lt;br /&gt;Apakah tanah segitu kotornya?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Jika menurut Anda tanah/lantai tidak kotor, mengapa di masyarakat beredar sedemikian banyak jenis pembersih lantai? Kenapa manusia menciptakan sapu dan pel? Kenapa manusia menciptakan tempat tidur dan tidak tidur di lantai/tanah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah antara langit dan tanah selalu lebih mulia langit?&lt;br /&gt;Ketika kita berpikir bahwa tanah itu kotor, maka tanah kotor. Ketika kita berpikir bahwa langit kotor, maka langit kotor. Sebenarnya mana yang benar-benar kotor?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Jika demikian, ketika Anda makan sayur, buah, daging, tidak perlu dicuci, selama Anda berpikir bahwa daging, sayur dan buah tidak kotor, benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan perletakan arca shien beng di lantai/tanah atau di meja/ di atas tanah, mana yang benar-benar menghormati?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Tentu saja jika menurut definisi Anda, menghormati itu meletakkan arca di lantai/tanah, yang menungkinkan kucing atau anjing mengendus-endus, kencing atau bermain... Silahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernahkah anda bertanya pada Lao Tze, Buddha, Kong Zi, kalau ajaran mereka tidak boleh dicampur adukkan?&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Komentar:&lt;br /&gt;Tolong tanyakan pada mereka, jika Anda benar-benar bisa menanyakannya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peace</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/1740451487410942847/comments/default/4099867332537422932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/1740451487410942847/comments/default/4099867332537422932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universal.hermantan.com/2009/06/tridharma.html?showComment=1256625670569#c4099867332537422932' title=''/><author><name>Anonymous</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/blank.gif'/></author><thr:in-reply-to xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' href='http://universal.hermantan.com/2009/06/tridharma.html' ref='tag:blogger.com,1999:blog-8399863020236596135.post-1740451487410942847' source='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/posts/default/1740451487410942847' type='text/html'/><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='blogger.itemClass' value='pid-1527916748'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399863020236596135.post-5877194645242424458</id><published>2009-10-20T03:36:56.515+08:00</published><updated>2009-10-20T03:36:56.515+08:00</updated><title type='text'>hello...
&amp;quot;Paling parah lagi ada arca/patung d...</title><content type='html'>hello...&lt;br /&gt;&amp;quot;Paling parah lagi ada arca/patung dewa yang ditempatkan di lantai/tanah, kayak dewa Thu Ti Kung/dewa tanah, hanya gara-gara namanya dewa tanah. Padahal yang namanya dewa harus dimuliakan/dipuja/ditinggikan, Coba kalo situ sudah meninggal, terus fotonya ditaruh dilantai, mau egk? Kan sama-sama dikuburkan dalam tanah juga. Tentu tidak mau bukan!&amp;quot;&lt;br /&gt;komentar saya:&lt;br /&gt;kalo menurut saya, seorang dewa (yg menurut anda jg pencapaiannya sudah tinggi setara dengan buddha)apakah masih memikirkan hal seperti itu?&lt;br /&gt;bila seorang dewa masih memikirkan hal seperti itu bukannya dewanya masih terikat akan pemujaan? keegoisan? apakah itu ciri2 seorang dewa yg memahami TAO?&lt;br /&gt;memang kalo anda sudah meninggal, dan fotonya ditaruh dilantai, bakal bangkit dari kuburan, dan menghukum orang yg menaruh di lantai?&lt;br /&gt;Kenapa harus memuja/memuliakan/meninggikan dewa? Apakah dewa menyuruhmu memujanya?&lt;br /&gt;Apakah lantai segitu kotornya?&lt;br /&gt;Apakah tanah segitu kotornya?&lt;br /&gt;Apakah antara langit dan tanah selalu lebih mulia langit?&lt;br /&gt;Ketika kita berpikir bahwa tanah itu kotor, maka tanah kotor. Ketika kita berpikir bahwa langit kotor, maka langit kotor. Sebenarnya mana yang benar-benar kotor?&lt;br /&gt;Begitu pula dengan perletakan arca shien beng di lantai/tanah atau di meja/ di atas tanah, mana yang benar-benar menghormati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;quot;Umumnya juga, saya melihat generasi muda sekarang ini sudah sangat terdokrinisasi dengan Tridharma ini. Mereka bahkan mati-matian menganggap bahwa Tridharma memang benar suatu agama! Benar-benar lelucon saja, seenak mengocok perut sendiri. Wong satu agama saja sudah susah dimengerti, apalagi mau 3 agama/ajaran? Tidak pernahkah anda bertanya kepada umat Budha (Theravada), atau kepada umat KHC, bahwa bolehkah saya mencatut inti ajaran anda untuk dimasukkan kedalam ajaran kami (Tridharma)?&amp;quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;pernahkah anda bertanya pada Lao Tze, Buddha, Kong Zi, kalau ajaran mereka tidak boleh dicampur adukkan?&lt;br /&gt;mungkin orang-orang yang anda lihat tersebut lebih bodoh, krn bisa sekaligus menerima 3 ajaran.&lt;br /&gt;Sebenarnya inti dari agama itu apa?&lt;br /&gt;memusingkan sinkritisme antar agama, atau mempraktekkan ajarannya dan menjadi org yg lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;quot;Begitupun juga dengan tradisi “sam ceng” atau sembahyang makanan bernyawa (daging) dihadapan altar dewa/i, yang menurut saya sangat merendahkan martabat dewa/i sendiri. Pantaskah mereka (para dewa/i) disembahyangi pake barang begituan? Mereka sudah sempurna, koq masih pake barang duniawi, dan kenapa dalam altar Budha tidak ada sembahyang begituan, hanya ada lilin, air, dupa, bunga, dsb. Apakah ini juga termasuk upaya “perkerdilan”?&amp;quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentar:&lt;br /&gt;tahukah anda sejarah dan makna sam seng yang sebenarnya?&lt;br /&gt;Mengapa anda berpikir bahwa barang sembhayangan itu, untuk para dewa makan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peace</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/1740451487410942847/comments/default/5877194645242424458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/1740451487410942847/comments/default/5877194645242424458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universal.hermantan.com/2009/06/tridharma.html?showComment=1255981016515#c5877194645242424458' title=''/><author><name>Anonymous</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/blank.gif'/></author><thr:in-reply-to xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' href='http://universal.hermantan.com/2009/06/tridharma.html' ref='tag:blogger.com,1999:blog-8399863020236596135.post-1740451487410942847' source='http://www.blogger.com/feeds/8399863020236596135/posts/default/1740451487410942847' type='text/html'/><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='blogger.itemClass' value='pid-1864622594'/></entry></feed>
